Skip to main content

PERDALIN KOTAPRAJA

Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan dalam keseharian kita, hal-hal seperti penggunaan masker atau etika di kala batuk, yang dahulu acapkali terabaikan kini mendadak jadi sorotan.

Gegap gempita Covid-19 tak berhenti hanya sampai di situ, ada banyak isu terkait keselamatan tenaga medis yang terlontar. Salah satu sebabnya, karena tingginya risiko yang dihadapi oleh tenaga medis ini, sementara sumber daya yang dimiliki seringkali tidak memadai.

Untuk itu PERDALIN KOTAPRAJA berupaya hadir untuk menjembatani antara dua kubu besar tadi: keterbatasan sumber daya yang ada dan upaya untuk tetap memberikan perlindungan yang optimal sesuai dengan tingkat risikonya.

Oleh karenanya, menjaga akal sehat di tengah Pandemi sangatlah penting bagi semua pihak yang terlibat dan berkepentingan, karena peperangan melawan Pandemi masih panjang.

Pun ini sama sekali bukan Pandemi terakhir yang akan kita hadapi.


PERDALIN/ INASIC adalah organisasi keseminatan yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu yang bergerak dalam bidang edukasi pengendalian infeksi di rumah sakit.

PERDALIN KOTAPRAJA adalah salah satu dari 16 cabang PERDALIN yang mencakup wilayah kota-kota perifer area Jawa Tengah.

 

 

ARMED ICON merupakan akronim dari ARchitecture MEDical Infection CONtrol by Perdalin Kotapraja.

 

Meningkatnya kasus secara signifikan pada negara yang melaporkan kasus Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) memerlukan upaya penanggulangan dalam bentuk peningkatan kewaspadaan diri, kesiapsiagaan, tindakan antisipasi pencegahan, deteksi dini, pengobatan dan respon lain yang diperlukan.

 

Rumah sakit menyiapkan skenario penempatan pasien dengan mempertimbangkan tata ruangan yang baik sehingga meminimalkan kontaminasi penyakit di lingkungan dan aman untuk lingkungan dan Staf. 

 

”Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis” begitu kata Al Ghazali suatu ketika. Ucapan ini merupakan motivasi bagi kita semua untuk meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi penerus kita, yakni ilmu.

Melalui menulis buku, kita menyebarluaskan ilmu tak hanya pada masa kita hidup, namun juga (semoga) setelah kita meninggalkan dunia ini kelak. 

Perdalin Kotapraja bertekad untuk menggiatkan budaya menulis ini kepada para anggotanya, dengan demikian diharapkan akan lahir karya-karya baru secara konsisten dan berkesinambungan yang sangat diperlukan baik oleh kalangan medis, maupun masyarakat umum.

 

Acara Mendatang

PERDALIN KOTAPRAJA akan menyelenggarakan seminar daring pada hari Pahlawan, 10 November 2020 mendatang dengan tajuk ARMED ICON PERDALIN KOTAPRAJA.

ARMED ICON PERDALIN KOTAPRAJA 

 

PERDALIN KOTAPRAJA berawal dari “Diskusi 123” atau pertemuan pada 12 Maret 2017 di R.M Malioboro, Semarang, yang dihadiri oleh beberapa penggiat PPI di rumah sakit daerah. Tujuan diskusi ini adalah untuk menyatukan gagasan membentuk forum pembelajaran bersama di bidang PPI dan PPRA, di mana PPI dan PPRA masih dirasakan sebagai suatu hal yang tidak mudah dalam penerapannya di daerah karena keterbatasan ilmu dan pendukung.

Diskusi 123 ini dihadiri oleh:

  1. Dr. Arief Lianto Lie Sp. PD (RS Mardi Rahayu Kudus)
  2. Dr. Agus Riyanto Sp. PK (RSUD Bendan Pekalongan)
  3. Dr. Ridha Wahyutomo Sp. MK (BP4 Kota Tegal)
  4. Dr. Mulyono Aji Sp. P (RSUD Sunan Kalijaga Demak)
  5. Dr. Andreas Christian Wijaya MsiMed Sp. PK (RS Mardi Rahayu Kudus)
  6. Istiqori, S. Kep, Ns (RSUD Kelet Jepara)
  7. Sri Harini, S. Kep, Ns (RS Mardi Rahayu Kudus)
  8. Kusnadi, S. Kep, Ns (RSUD Bendan Pekalongan)
  9. Budi Pertiwi, Amd (RSI Sultan Agung Semarang)
  10. Diana Kurniawati, S. Kep, Ns (RSUD Sunan Kalijaga Demak)
  11. Junaedi, S. Kep, Ns (RSUD Kardinah Kota Tegal)

Diskusi ini menyepakati untuk menyampaikan pesan kepada PP PERDALIN mengenai keinginan berorganisasi dalam rangka pembelajaran ilmu PPI dan PPRA.  

Pertemuan selanjutnya dicetuskan nama PERDALIN KOTAPRAJA dan bergabunglah beberapa rumah sakit di area perifer Jawa Tengah. Dari eks karesidenan Banyumas, eks karesidenan Kedu, eks karesidenan Pati, eks karesidenan Pekalongan, Boyolali, Demak, Salatiga, dan Kendal.

Pada tanggal 9 Mei 2017, PERDALIN KOTAPRAJA disahkan lewat SK PP PERDALIN di Jakarta sebagai PERDALIN cabang termuda se-Indonesia.